PAT Online Berbasis Android T.P 2019-2020

SUSAH sinyal selular dan internet saat menggelar ujian online, membuat sekolah terpaksa mengumpulkan siswa dalam beberapa kelompok untuk disebarkan ke beberapa titik lokasi yang memiliki sinyal internet. Seperti yang dilakukan oleh SMA Negeri 1 Demon Pagong, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur. Akibat kesulitan sinyal internet, ratusan siswa yang mengikuti ujian online terpaksa dibagi dalam beberapa kelompok untuk disebarkan ke berberapa titik lokasi di sejumlah desa yang bersinyal di sekitar lokasi sekolah mereka.  Sebanyak 118 siswa kelas 10 dan Kelas 11 di SMAN 1 Demon Pagong dikumpulkan dalam 8 titik yang memiliki sinyal di sejumlah desa yang ada di sekitar lokasi sekolah agar bisa  mengikuti ujian online. Adapun 8 titik yang memiliki sinyal internet yaitu dua titik di Desa Lewokluok, satu titik di Desa Lewomuda, Desa Lamika, Desa Blepanawa, Desa Bama, Desa Kawalelo, dan Desa Watotikaile. Para siswa dikumpulkan dan disebarkan di beberapa titik di desa ini agar bisa mengakses internet untuk mengikuiti ujian online. Setiap kelompok, 10 hingga 20 siswa.

Kepala SMAN 1 Demon Pagong, Didimus Lein saat dikonfimasi Senin (15/6), mengakui langkah tersebut diambil untuk mengatasi kesulitan sinyal di sekolah mereka agar ujian online tetap digelar. Sekolah mengumpulkan siswa dalam beberapa kelompok untuk disebarakan ke sejumah titik yang memiliki sinyal internet. “Kami memang kesulitan sinyal internet di sekolah ini. walapun sudah ada bantuan komputer dan perangakt server serta tapi sinyal internet sulit. Sehingga kami terpaksa harus mengumpulkan siswa dalam beberapa kelompok, karena di sekitar sekolah ini ada beberapa desa yang ada sinyal internet. Jadi kami bagi siswa dalam beberapa kelompok untuk disebarkan ke beberapa titik di sejumlah desa yang ada sinyal. Siswa bisa ikut ujian online di beberapa titik lokasi sinyal itu. Mudah-mudahan ada perhatian pemerintah agar sinyal internet bisa segera terpasang di sekolah ini,” kata Didimus.

Sementara itu salah seorang siswa peserta ujian Kelas 11 SMAN 1 Demon Pagong, Gregorius Pama Tukan, mengaku berkumpul dengan beberapa teman mereka di salah satu titik lokasi sinyal di Desa Blepanawa untuk mengikuti ujian online. Ia berharap agar ke depannya bantuan sinyal internet bisa segera terpasag di sekolah mereka agar tidak harus berkumpal dan dibagi dalam beberapa kelompok. “Saya dan beberapa teman, kami kumpul di titik ini yang ada sinyal untuk ikut ujian online.  Teman-teman yang juga dikumpulkan di beberapa titik lainnya yang ada sinyal. Kami dibagi dalam beberapa titik yang ada sinyal agar bisa mengakses internet saat ujian online nanti. Kami berharap sinyal internet bisa segera terpasang di sekolah kami agar aktivitas sekolah secara online bisa berjalan lancar,” harap Gregorius.

Sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/320709-susah-sinyal-ratusan-siswa-ujian-online-pindah-ke-beberapa-desa